Rabu, 16 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN TINGKAT KELELAHAN


LAPORAN PRAKTIKUM
PENGUKURAN TINGKAT KELELAHAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Laboratorium Kesehatan Kerja
Dosen Pengampu : Eram Tunggul P, S.KM, M.Kes

Disusun Oleh :
1.      Alivia Dita Permanasari          6411409044
2.      Bianka Beladina                      6411409078
3.      Dani Suprapto                         6411409111

Rombel 01

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011



I.     Subjek Praktikum
Nama Responden        : Dani Suprapto
Jenis Kelamin              : Laki- laki
Umur                           : 20 tahun
Tanggal Praktikum      : 14 Maret 2012
II.  Tujuan Praktikum
1.      Mahasiswa mengetahui alat yang dapat digunakan mengukur kelelahan
2.      Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan tingkat kelelahan seseorang berdasarkan kecepatan waktu reaksi terhadap rangsang cahaya dan suara
3.      Mahasiswa dapat menganalisa data hasil pengukuran
III. Dasar Teori
Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.
Pengukuran kelelahan kerja seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencacat waktu reaksi atau reaction timer, untuk mengetahui waktu reaksi ransang cahaya ( WRC ).Evaluasi hasil pengukuran kelelahan adalah membandingkan hasil pengukuran dengan standart yang ada yaitu :a. Normal : < 240 mili detik. Kelelahan ringan : 240 ± 409 mili detik . Kelelahan sedang : 410 ± 579 mili detikd. Kelelahan berat : > 580 mili detik .Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi waktu reaksi adalah :
a. Faktor fisik : jenis kelamin, umur, dan kesehatan.
b. Faktor psikologis : pendidikan, motivasi, perasaan dan kebiasaan.
c. Ketidaktahuan pengukuran
IV. Alat dan Bahan
1.              Reaction timer ,type L.77 Model MET /3001-MED-95
2.              Lembar data reaction timer
3.              2 kursi dan 1 meja
V. Prinsip Kerja
Reaction timer dirangkai dengan komponen utama decade counter IC TTL ( Transistor – Transistor Logic ) dengan dukungan  Multiplekser, Flip-Flop JK, and Gate dan Decoder serta komponen lainnya seperti Resister, LED sebagai indicator, seven segment sebagai output tampilan cacahan juga 4 buah saklar yaitu 1 buah saklar ON OFF untuk POWER, 3 buah saklar untuk push button terdiri dari saklar START, STOP dan RESERT.

VI.Cara Kerja
1.              Hubungkan alat dengan sumber tenaga (listrik/baterry)
2.              Hidupkan alat dengan menekan tombol on/off pada on (hidup)
3.              Reset angka penampilan sehingga menunjukkan angka “0,000” dengan menekan tombol “Nol”
4.              Pilih rangsang suara atau cahaya yang dikehendaki dengan menekan tombol “suara atau cahaya”
5.              Subyek yang akan diperiksa diminta menekan tombol subyek “kabel hitam” dan diminta secepatnya menekan tombol setelah melihat cahaya atau mendengar bunyi dari sumber rangsang.
6.              Untuk memberikan rangsang ,pemeriksa menekan tombol pemeriksa
7.              Setelah diberi rangsang ,subyek menekan tombol maka pada layar kecil akan menunjukkan angka waktu reaksi dengan “satuan milli detik”
8.              Pemeriksaan diulangi sampai 20 kali baik rangsang cahaya maupun suara
9.              Data yang dianalisa (diambil rata-rata)yaitu skor hasil 10kali pengukuran ditengah yaitu pengukuran ke 6 sampai pengukuran ke 15
10.       Catat keseluruhan hasil pada formulir
11.       Setelah selesai pemeriksaan matikan alat dengan menekan tombol “on/off” pada off dan lepaskan alat dari sumber tenaga








VII.Nilai Pengukuran
NO
                         Kecepatan Reaksi
(mili detik)

Rangsang cahaya
Rangsang suara
1
189.2
158.2
2
199.0
171.9
3
285.4
162.8
4
213.9
166.9
5
241.6
204.0
6
173.1
353.0
7
160.6
170.5
8
201.0
223.5
9
192.0
187.0
10
218.1
186.8
11
187.8
155.8
12
170.9
167.9
13
215.5
205.8
14
169.2
159.9
15
232.9
185.7
16
181.4
221.7
17
184.3
199.4
18
259.8
271.7
19
235.2
171.8
20
238.4
217.1
Total
1921.1
1995.9
Rata-rata
192,1
199.6






 





Catatan :
·                  Jumlah total didapat dari menjumlahkan data ke 6-15
·                  Rata-rata didapat dari jumlah total dibagi dengan 10

VIII.Harga Normal
Tingkat kelelahan
Waktu Reaksi
Normal
150.0 – 240.0 mili detik
Ringan
>240.0 - < 410.0 mili detik
Sedang
410.0 - < 580.0 mili detik
Berat
>580.0 mili detik

IX.Pembahasan
Dari hasil tingkat kelelahan dengan menggunakan alat reaction timer tingkat kelelahan Dani suprapto adalah normal .Dilihat dari kecepatan reaksi rangsang cahaya diperoleh rata –rata sebesar 192.1 mili detik dan rata-rata reaksi suara sebesar 199.6 mili detik.
a.               Kelebihan
·                  Dapat melihat tingkat kelelahan subyek pada waktu apapun (pagi atau sore)
·                  Reaction timer ringan sehingga dapat dibawa kemana saja dan mudah digunakan.
·                  Harga relatif standar dibandingkan alat pengukur lain.
b.              Kekurangan
·                  Pengukuran kelelahan mengharuskan pemeriksa melakukan sebanyak 20x,untuk mendapatkan data yang tepat.
·                  Kerusakan alat seperti tidak menyalanya lampu serta bunyi suara yang lambat menyampaikan rangsang
·                  Reaction timer hanya bisa berjarak maksimal 0.5 meter dari subyek

c.               Hal yang perlu diperhatikan
·                  Pemberian rangsang tidak kontinyu
·                  Jarak maksimal sumber rangsang dengan subyek yang diperiksa maksimum 0,5 meter
·                  Konsentrasi subyek hanya pada sumber rangsang (tidak boleh melihat alat ataupun pemeriksa)
·                  Waktu reaksi yang digunakan dapat keduanya atau hanya salah satu (suara atau cahaya saja )
X. Saran
1.              Memastikan apakah subyek telah memahami cara bekerja dari alat reaction timer
2.              Mahasiswa sebaiknya sarapan pagi terlebih dahulu sebelum beraktifitas
3.               Mengkonsumsi makanan yang bergizi
4.              Menghindari tidur malam di atas pukul 22.00
5.              Mengupayakan waktu istirahat di sela-sela kegiatan belajar atau perkuliahan.
6.              Menghindari stress akibat belajar dan rutin berolahraga
7.              Dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah reaction timer bekerja dengan baik

XI.Simpulan
Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan subyek tidak mengalami kelelahan karena rata-rata kecepatan reaksi yang didapat dari rangsang cahaya sebesar 192.1 mili detik serta rangsang suara sebesar 199,6 mili detik. untuk pengukuran haruslah dikalibrasi secara rutin agar didapat hasil yang optimal.
XII.Daftar Pustaka
Nurmianto,Eko.2008.ERGONOMI,KONSEP DASAR DAN APLIKASINYA.Surabaya:Prima Printing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar